LATIHAN SIRKUIT TRAINING DAN LARI FARTLEK TERHADAP VO2MAX PADA MATA KULIAH PENCAK SILAT

Ratno Susanto

Abstract


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesan latihan sirkuit dan lari fartlek terhadap peningkatan Vo2max pada mata kuliah Pencak Silat. Hasil penelitian sebagai berikut, Hasil pre-test rangkaian pelatihan memiliki nilai tertinggi 40,5 serta terendah 21,8 menggunakan standar deviasi homogen-homogen 33,34 sebesar 6,67. Sedangkan lari fartlek memiliki nilai tertinggi 34,3 dan nilai terendah 27,9, data homogen-homogen 30,70 dengan standar deviasi 2,36. Hasil rangkaian pelatihan post-test memiliki skor tertinggi 44,lima dan skor terendah 28,tiga menggunakan standar deviasi homogen 37,31 dari lima,83. Sedangkan lari fartlek memiliki skor tertinggi 37,8 & skor terendah 30. Dua data homogen-homogen 34,35 dengan standar deviasi dua,41. Sehingga terlihat tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara circuit training, training dan fartlek running. Peneliti memberikan saran. Penelitian ini masih perlu dikembangkan lagi dengan harapan dapat menempatkan data yang lebih signifikan sebagai perbandingan antara perlakuan circuit training dan lari fartlek dengan menambah subjek penelitian lagi. Dengan penambahan subjek penelitian maka perlu menerima data yang lebih diskrepan dan menerima disparity effect yang lebih signifikan

Keywords


latihan, Vo2max, Pencak Silat

References


Almy, M. A. (2014). Perbedaan Pengaruh Circuit Training dan Fartlek Training Terhadap Peningkatan VO2max dan Indeks Masa Tubuh. Jurnal Keolahragaan, 59-68.

Alsyahbana, M. (2012). Profil Tinggi Badan, Daya Ledak (Power) Otot Tungkai, Kelincahan (Agility) dan Daya Tahan (Endurance) Atlet Bulutangkis.

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian. Yogyakarta: Rineka Cipta.

Dedi Budiawan, S. (216). Pengaruh Taebo High dan Low Impact Terhadap Ketahanan Otot dan Lemak Tubuh di Tinjau Dari VO2max. Jurnal Keolahragaan, 12-23.

Deny Pradana Saputro, S. S. (2018). Penyusunan Norma Tes Fisik Pencak Silat Remaja Katagori Tanding. Jurnal Keolahragaan, 1-10.

Hausal, H. (2018). Model Latihan Teknik Dasar Serangan Tungkai Pencak Silat Berbasis Media Belajar. Pendidikan Jasmani dan Adaptif, 4.

Herita Warni, R. A. (2017). Pengaruh Latihan Daya Tahan (Endurance) Terhadap Peningkatan VO2max Pemain Sepak Bola. Pendidikan Jasmani Olahraga, 126-132.

Hita, I. P. (2020). Efektifitas Latihan Aerobik dan Latihan Anaerobik Untuk Menurunkan TIngkan Overweight dan Obesitas. Jurnal Penjakora, 135-142.

Kholis, M. N. (2016). Aplikasi Nilai-Nilai Luhur Pencak Silat Sarana Membentuk Maralitas Bangsa. Academia, 54.

Linia, R. (2015). Pelatihan Sirkuit Pemberian Pengaruh Terhadap Peningkatan VO2max Pemain Futsal. Naskah.

Lubis, J. (2013). Pencak Silat. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Pradhana, A. (2016). Analisis Sport Development Index Kecematan Grogot Kabupaten Nganjuk. Jurnal Kesehatan Olahraga.

Wahyuni AR, A. A. (2016). Pengaruh Latihan Fisik Aerobik dan Anaerobik Terhadap Komponen Darah Perifer Pada Mencit Jantan. JST Kesehatan, 388-392.

Widati Amalin Ulfah, E. P. (2018). Pengaruh Latihan Sirkuit Training Tehadap Kecepatan Tendangan Sabit Pada Siswa Eksrakuliker Pencak Silat. Journal of Physical Education.




DOI: https://doi.org/10.38114/josepha.v3i1.178

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 JOSEPHA: Journal of Sport Science And Physical Education

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

STKIP PAMANE TALINO
Hilir Ktr., Kec. Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat 79357
Copyright @2019 Riemann: Research of Mathematics and Mathematics Education

Click Here View My Stats